Balihonya Hilang, Maryono: Segitu Takutnyakah Lawan terhadap Baliho Saya

Avatar photo

Mediasultra.co.id II Kolaka Timur – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal dilaksanakan secara serentak di wilayah seluruh Indonesia tinggal beberapa bulan lagi. Sehubungan dengan pesta demokrasi tersebut, para calon kepala daerah pun sudah melakukan berbagai persiapan diantaranya melakukan pemasangan baliho di tempat-tempat yang dianggap strategis, Minggu (04/02/2024).

Adapun maksud dan tujuan pemasangan baliho yang dilakukan para calon kepala daerah tak lain hanya untuk memperkenalkan dirinya dan programnya ke depan apabila terpilih menjadi kepala daerah.

Namun sangat disayangkan bila baliho salasatu calon kepala daerah hilang raib entah ke mana. Hal ini terjadi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan dialami oleh Maryono, S.Pd.,M.Pd yang merupakan salasatu anak Koltim yang bakal maju pada Pilkada Koltim 2024.

Baca Juga:  Luncurkan Program Pemulihan Hak Korban Pelanggaran HAM Berat, Presiden: Untuk Pulihkan Luka Bangsa

Menanggapi hilangnya baliho dirinya di dua titik, Maryono sangat menyayangkan hal tersebut.

“Baliho saya yang terpasang di jalan masuk BTN Tawainalu tepatnya di samping mess Pemda Koltim/Rujab Bupati Koltim dan yang terpasang di depan lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Koltim hilang tanpa jejak. Seharusnya ini tidak perlu terjadi,” ucap Maryono yang juga merupakan salasatu tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Kolaka Timur.

Menurutnya, baliho yang hilang itu hanya terpampang poto dirinya dan tagline yang bertuliskan Masa Depan Koltim. Dirinya pun sangat menyayangkan bila perbuatan yang tidak profesional masih saja berlaku.

“Kita semua tau bahwa fungsi baliho itu hanya sekedar mempromosikan diri saya sebagai calon kepala daerah, bukan berarti memaksa masyarakat untuk memilih saya. Segitu takutnyakah lawan terhadap baliho saya,” pungkas Maryono sambil bertanya.

Baca Juga:  Inflasi di Sultra Turun Jadi 2,87 Persen, Pj Gubernur: Kabar Baik di Hari Jum'at Penuh Berkah

Di tempat berbeda Akbar salasatu masyarakat mengatakan bahwa Pak Maryono merupakan salasatu anak Koltim.

“Sebagai salasatu anak Koltim dari dua Calon Bupati anak Koltim lainnya, Maryono tampil sebagai poros tengah, dengan tujuan mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan lainnya, seperti motto yang sering beliau sampaikan kepada masyarakat yakni bangun manusianya dulu, baru bangun kampungnya,” jelas Akbar.

Frasa tersebut, lanjut Akbar, dikatakannya sebagai ungkapan kebenaran bahwa kesejahteraan masyarakat lebih penting dari pada segalanya, dengan terpenuhinya kebutuhan penduduknya dari segala bidang maka suatu daerah akan aman.

“Saat ini Kolaka Timur hanya tinggal melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Bupati terdahulu yakni Tony Herbiansyah dan kedepannya yang harus diprioritaskan adalah kesejahteraan masyarakat seperti yang pernah tertuang dalam visi misi SBM,” tutupnya. (To).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!