News  

Maju pada Pilbup Koltim, Maryono Bakal Ciptakan Desa Digitalisasi

Avatar photo

Kolaka Timur, mediasultra.co.id II Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bakal dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada bulan November 2024. Salasatu kabupaten yang bakal mengikuti Pilkada serentak tersebut adalah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Salasatu kandidat Calon Bupati (Cabup) yang bakal maju pada kontestasi di Pilbup Koltim yakni Maryono, S.Pd.,M.Pd.

Maryono, S.Pd.,M.Pd merupakan salasatu pejuang pemekaran Kolaka Timur yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Koltim.

Maju sebagai Calon Bupati, Maryono tentu memiliki konsep atau program yang tentu untuk memajukan Koltim dan mensejahterakan masyarakat.

Terkait hal tersebut, Maryono mengatakan bahwa salasatu programnya adalah menciptakan desa digitalisasi, dan ini adalah program unggulan.

Baca Juga:  Melalui Kesbangpol, Pemkab Konawe Utara Gelar Seleksi Rekrutmen Paskibraka Tahun 2023

“Tentu ada beberapa program, tapi nantilah saya sampaikan, namun untuk sekarang ini program unggulan saya adalah menciptakan desa digitalisasi. Desa digitalisasi ini akan memudahkan masyarakat untuk mengurus administrasi yang akan disampaikan di Pemerintah Daerah (Pemda),” ungkap pria yang akrab disapa Om Yon ini. Selasa (2/1/2024.

“Selama ini kan kita bisa melihat, apabila ada masyarakat, kepala desa atau perangkat desa yang ingin melakukan pengurusan di Pemda, semuanya dilakukan secara manual saja. Dengan secara manual, tentu itu akan memakan waktu, dan pasti banyak biaya,” kata Om Yon.

Jadi, lanjut Maryono, dengan adanya desa digitalisasi pasti ini akan lebih menghemat dan lebih memudahkan masyarakat dalam pengurusan administrasi.

Baca Juga:  PPWI Lampung Timur Bakal Berangkatkan Semua Anggotanya Mengikuti Kongres Nasional di Jakarta

Terkait teknisnya di lapangan, masyarakat hanya mengurus melalui perangkat desa, jadi tidak harus ke Pemda lagi, nanti pihak desa yang mengirim langsung ke Pemda.

“Di situ nanti akan dilihat, misalnya masyarakat ingin mengurus BPJS, pasti terkoneksi ke Dinas Kesehatan. Dan ini akan kami pantau sampai terealisasi kepentingan masyarakat tadi,” terang Maryono. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!