Pemkab Koltim Gelar Rembuk Stunting Aksi Tiga Tahun 2022

Mediasultra.co.id || Kolaka Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) menggelar rembuk stunting aksi tiga (3) tahun 2022 yang bertempat di Kantor Bappeda Litbang Kabupaten Kolaka Timur. Jum’at (5/8/2022).

Rembuk stunting yang dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Timur Ir. H. Sulwan Aboenawas, M.Si dihadiri Ketua Komisi III DPRD Koltim, Sekda Koltim, Kepala Departemen Agama Koltim, Time Iney Kemendagri Perwakilan Provinsi Sultra, para staf ahli, asisten Kepala OPD, Kepala Bagian dan camat serta kepala desa lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Koltim, Kepala Bidang PMM Bappeda Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya Pj Bupati Koltim menyampaikan bahwa sebelumnya Pemkab Koltim telah melaksanakan aksi satu (1) atau analisis situasi dan aksi dua (2) atau rencana kegiatan guna mendukung prioritas nasional penurunan stunting, sehingga dapat meningkatkan integrasi intervensi gizi prioritas bagi rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Upaya percepatan dan pencegahan stunting ini merupakan program pemerintah secara nasional yang berjenjang dan berkelanjutan secara terus menerus, baik kategori desa lokus maupun desa yang tidak masuk dalam lokus. Di mana masyarakat wajib secara keseluruhan untuk ikut terlibat dan berupaya bersama-sama mencegah sebelum terjadi kondisi stunting, atau yang sering disebut kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah umur dua (2) tahun yang disebabkan karena kurang gizi kronis dan terjadi sejak ibu mulai mengandung sampai anak usia dua (2) tahun,” terang Sulwan.

Baca Juga:  Pimpin Rapat Peningkatan Pengetahuan para Aparatur Desa tentang Program JKN-KIS, Pj Bupati Koltim: Pemda Dukung Program JKN-KIS

Dalam hal pencegahan stunting, kata Sulwan, pemerintah pusat sangat serius melaksanakan pengendalian penurunan stunting untuk membebaskan setiap anak Indonesia dari resiko terhambatnya perkembangan otak dan fisik.

“Menurut data riset kesehatan kementerian kesehatan angka nasional menunjukkan penurunan dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen, tahun 2018 dan tahun 2019 27,7 persen, dan tahun 2021 24,4 persen. Sedangkan Kabupaten Kolaka Timur berdasarkan data aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau E-PPGBM tahun 2019 22,3 persen, tahun 2020 15,7 persen, tahun 2021 15,4 persen, yang artinya Kolaka Timur di bawah rata-rata nasional. Capaian ini adalah keberhasilan kita semua yang serius dalam pengendalian pencegahan stunting,” beber mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra ini.

Baca Juga:  Kerjasama dengan Polda Sultra, STMIK Catur Sakti Kendari Gelar Vaksinasi

Pelaksanaan intervensi gizi penurunan stunting, lanjut Sulwan, terintegrasi membutuhkan perubahan pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor, agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran rumah tangga 1.000 HPK, di mana Pemkab Koltim secara bersama-sama melakukan konfirmasi, koordinasi dan sinkronisasi.

“Langkah tersebut dilakukan untuk menghasilkan data analisis situasi serta rencana kegiatan dari OPD penanggungjawab layanan di Kabupaten Koltim dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat dilaksanakan melalui Musrembang Desa, kelurahan dan kecamatan dalam upaya penurunan stunting di lokasi fokus. Sehingga dari hasil analisa situasi aksi satu (1) menghasilkan lokus upaya pencegahan stunting tahun 2022 dan 2021 delapan (8) kecamatan dan 31 desa,” terang mantan Kepala OPD Sultra ini.

Baca Juga:  Pemda Konsel Deklarasikan Ranomeeto sebagai Kecamatan Bebas ODF

Sedangkan lokus pencegahan stunting tahun 2022, masih Sulwan, enam (6) kecamatan dan 16 desa yakni;

1. Kecamatan Dangia, meliputi Desa Wande, Desa Tetembuta, Desa Talinduka, Desa Lalokateba.

2. Kecamatan Lambandia, meliputi Desa Inotu, Desa Lambandia.

3. Kecamatan Ueesi, meliputi Desa Konawendepiha, Desa Likowalanapo, Desa Alaaha, Desa Ahilulu, Desa Ueesi.

4. Kecamatan Aere, meliputi Desa Watuoha, Desa Taore, Desa Ulundoro.

5. Kecamatan Poli-polia, meliputi Desa Puundokulo.

6. Kecamatan Uluiwoi, meliputi Desa Tawanga.

“Saya berharap rembuk stunting ini menghasilkan kesepakatan dan komitmen bersama pencegahan stunting yang terintegrasi, agar semua pihak yang terkait senantiasa berkoordinasi dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sehingga harapan masyarakat akan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan dapat terwujud,” harap Sulwan. (Jumran).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.