News  

Sulwan Aboenawas Deklarasikan Pelaksanaan BIAN Tingkat Kabupaten Koltim Tahun 2022

Mediasultra.co.id || Kolaka Timur – Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Timur (Koltim) Ir. H. Sulwan Aboenawas, M.Si mendeklarasikan kegiatan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tingkat Kabupaten Kolaka Timur tahun 2022 yang bertempat di GOR, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (14/6/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Koltim, Ketua TP-PKK Koltim, Ketua Komisi III DPRD Koltim, para staf ahli Bupati, para asisten Sekda, para Kepala OPD dan para Kepala bagian lingkup Pemda Koltim, Kepala Kantor Kementerian Agama Koltim, para camat se-Koltim, Danramil Tirawuta, Kapolsek Ladongi, para kepala desa/lurah se-Koltim, para kepala Puskesmas se-Koltim, para perwakilan PGRI kecamatan se-Koltim, para kepala sekolah, SD, MI, dan PAUD se-Kecamatan Ladongi.

Mengawali sambutannya, Sulwan ucap syukur karena saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah semakin terkendali dan relatif semakin membaik. Dengan kondisi seperti ini maka kehidupan sosial budaya, ekonomi masyarakat mulai kembali normal.

“Hal ini tentunya akan menciptakan peluang perbaikan ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat akan lebih baik lagi. Keberhasilan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat Kolaka Timur yang telah berkontribusi nyata, khususnya dalam menjalankan protokol kesehatan dan ikut serta dalam program vaksinasi Covid-19,” jelas Sulwan.

Namun, masih Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra ini, setelah dua (2) tahun lebih pandemi Covid-19 berlangsung, masih terdapat masalah dalam hal tidak tidak tercapainya imunisasi rutin anak-anak, yang dikuatirkan dari masalah ini adalah merebaknya kembali (Re-Emerging) kasus-kasus penyakit seperti, Polio, Difteri, Pertusis, Campak, Rubella, Hepatitis, dan Pneumonia. Penyakit-penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kecacatan dan bahkan kematian.

Baca Juga:  Wali Kota Kendari Pimpin Rapat Pembebasan Lahan Kawasan Industri di Nambo

“Penyakit Polio yang sudah beberapa tahun dapat telah dieliminasi jika diderita oleh anak dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Penyakit Difteri jika tidak ditangani dengan baik dan segera, maka dapat menyebabkan kematian dengan presentase yang cukup tinggi,” jelasnya.

Sementara, lanjut Sulwan, penyakit Campak dapat berkembang menjadi radang paru berat (Pneumonia). Padahal penyakit tersebut dapat dicegah dengan pemberian imunisasi rutin kepada anak-anak.

“Menyadari hal tersebut Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau beberapa laporan kenaikan kasus penyakit-penyakit tersebut di beberapa daerah di Indonesia meski jumlahnya tidak terlalu besar, namun dapat berdampak terhadap program eliminasi penyakit. Hal inilah yang melatarbelakangi Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan kebijakan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 agar tidak terjadi ledakan kasus di kemudian hari,” beber mantan Kepala OPD Sultra ini.

Kebijakan ini, katan Sulwan, ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk menetapkan pelaksanaan BIAN tahun 2022 yang dibagi menjadi dua (2) tahap yaitu, tahap pertama Bulan Mei-Juni untuk provinsi di luar Jawa dan Bali. Dan tahap kedua bulan Juli-Agustus untuk provinsi di pulau Jawa dan Bali.

“Sasaran untuk Kolaka Timur yaitu Imunisasi tambahan dengan pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) untuk anak usia sembilan (9) bulan sampai dengan 12 tahun, sebanyak 34.164 orang. Dan imunisasi kejar dengan pemberian vaksin Polio oral dan injeksi untuk anak usia 12-59 bulan. Masing-masing OPV sebanyak 6.122 orang, IPV 7.961 orang, serta vaksin DPT-HB-Hib sebanyak 3.830 orang,” terang Sulwan.

Baca Juga:  Jadi Narasumber di SMP Negeri 2 Kendari, Ini Harapan Wali Kota

Sejak tanggal 3 Juni, kata Mantan Camat di Konawe ini, pelaksanaan BIAN sudah dimulai di Kolaka Timur dan itu berlangsung sampai 13 Juni 2022 di semua kecamatan dengan pencapaian sebagai berikut, vaksin MR 6.421 orang 18,79 persen. Vaksin OPV 107 orang 0,17 persen, vaksin IPV 79 orang 0,09 persen dan vaksin DPT-HB-Hib 123 orang 0,32 persen. Pencapaian ini belum terlalu bagus, masih tergolong rendah padahal batas waktu yang diberikan hanya sampai Minggu keempat bulan Juni 2022.

Untuk itu, selaku Pj Bupati Koltim, dirinya mengintruksikan beberapa hal, pertama pemerintah kecamatan, desa serta lurah agar memberikan dukungan nyata berupa pemberian edukasi, motivasi dan mengarahkan masyarakatnya yang masuk dalam sasaran BIAN untuk mendapatkan jenis vaksin yang sesuai. Dan bila diperlukan lakukan sweeping dari rumah ke rumah.

Yang kedua, lanjut Sulwan, kepala Sekolah Menengah Pertama (SPM), SD, MI, dan TK/PAUD memfasilitasi tempat pelaksanaan vaksinasi di sekolah masing-masing, serta ikut memberikan edukasi dan motivasi kepada sasaran BIAN, dan setiap guru memastikan anak muridnya sudah mendapat imunisasi.

“Dan yang ketiga, tenaga kesehatan pemberi layanan vaksin agar memperhatikan jumlah sasaran, kebutuhan logistik, capaian dan laporannya, baik secara online maupun offline serta Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan penanganannya. Dan yang keempat, pihak-pihak lain lintas sektor dan lintas program ikut serta memberikan dukungan moril maupun materil dalam menyukseskan pelaksanaan BIAN di Kolaka Timur,” kata Sulwan.

“Saya menyadari untuk mencapai target tersebut dalam jangka waktu dua (2) Minggu kedepan, bukanlah perkara yang mudah, melainkan memerlukan kerja keras kita semua, untuk itu kita perlu melibatkan semua kegiatan elemen masyarakat dalam pelaksanaan tersebut,” sambungnya.

Baca Juga:  BPKP Sultra Serahkan Laporan MEOHAI–Mendobrak Batas, Kokohkan Akuntabilitas

Penjabat Bupati Koltim ini juga menegaskan bahwa, pemberian vaksinasi bukan sekedar mencegah anak supaya tidak sakit, lebih jauh lagi kegiatan ini adalah upaya untuk membawa anak-anak Kolaka Timur menjadi generasi yang sehat dan cerdas.

“Dengan demikian kita menyiapkan anak-anak Kolaka Timur menuju generasi emas, generasi yang produktif dan generasi yang lebih sejahtera. Untuk menciptakan kondisi tersebut, maka keterpaduan program dan kegiatan berbagai sektor sangat penting. Seperti kesehatan dalam hal penyediaan layanan kesehatan yang bermutu yang diimbangi dengan pemberian penyediaan pendidikan yang bermutu, pembangunan infrastruktur yang memadai, peningkatan produktivitas sektor pertanian dalam arti luas, dan penguatan lembaga perekonomian desa,” tandasnya.

Semua ini, ungkap Sulwan, telah diramu dalam visi sejahtera bersama masyarakat Kolaka Timur yang agamis, maju, mandiri, dan berkeadilan. Visi ini juga dijabarkan dalam 10 misi yang diantaranya adalah kuatnya sinergitas antara pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) perekonomian, dan sosial budaya dalam bingkai kesejahteraan.

“Saya yakin kita pasti dapat mewujudkan visi tersebut dalam keberlanjutan pembangunan di masa yang akan datang. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Kolaka Timur untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan Kolaka Timur melalui penggalangan kerja sama yang lebih baik, agar Kolaka Timur bisa sejahtera,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Pj Bupati Koltim ini berharap pelaksanaan BIAN ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai target sesuai waktu yang diberikan.

Penulis : Jumran.

Editor : Hb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.