News  

Sejumlah Program di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konsel Terealisasi

Konsel – Sejumlah program di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di tahun 2021 sukses dilaksanakan di era kepemimpinan Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan yang saat itu dijabat oleh Ir. Rafiuddin Silondae. Hal tersebut diuangkapkan oleh  Rafiuddin saat ditemui di salasatu warkop di Kota Kendari, Selasa (22/2/2022).

Rafiuddin Silondae yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Pemerintahan Umum Hukum dan Politik Setda Konsel mengatakan bahwa saat dirinya menjadi Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan ada beberapa fasilitas yang dibangun yakni membangun pintu gerbang di lokasi peternakan sapi yang terletak di Desa Anduna, Kecamatan Laeya. Tidak berhenti disitu saja, Rafiuddin juga menyambungkan listrik ke areal peternakan tersebut.

Baca Juga:  Bupati Konsel: Idul Kurban Momentum untuk Berbuat, Bukan Berharap

“Saat saya masih jadi Kadis, kami bangun itu pintu gerbang dan menyambungkan listrik sebagai bentuk keseriusan dan perhatian kami di bidang peternakan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan di tangan Surunuddn Dangga lanjutnya sangat memperhatikan pengembangan peternakan, hal tersebut tidak terlepas dari potensi daerah  di bidang peternakan yang menjanjikan karena memiliki luasan sekira 300 hektar, khususnya peternakan sapi. Bahkan, Perda lalu lintas sapi telah ditandatangani oleh Bupati Surunuddin.

“Saat saya masih menjabat, dari jumlah luasan 300 hektar itu baru 120 hektar yang difungsikan. Artinya, potensi Kabupaten Konsel di bidang peternakan sangat menjanjikan,” paparnya.

Di tahun 2022, atau diujung masa jabatan Rafiuddin sebagai Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan,  pria yang berpengalaman di birokrasi dan telah menduduki tujuh kali jabatan di eselon II ini menambahkan bahwa dirinya juga mengusulkan tower perbaikan pedok-pedok  dan mesin pemotong rumput.

Baca Juga:  Gubernur Ali Mazi Pimpin Upacara HUT ke-58 Sulawesi Tenggara

“Pelan-pelan kita benahi sarana di Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD), agar potensi di sektor peternakan bisa maksimal, apalagi luas lahan peternakan kurang lebih 300 hektar. Hanya saja kendalanya peralatan yang kurang makanya saya harap masyarakat lebih optimal,” terang Rafiuddin.

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Konsel, namun ia berharap pembangunan sarana prasarana serta penambahan populasi sapi terus ditingkatkan. Bukan hanya sapi saja, tapi sektor peternakan yang lainnya pula.

“Sebenarnya seandaianya saya masih di peternakan saya ingin bupati meresmikan sapi bantuan yang ada, tapi karena saya sudah pindah menjadi staf ahli, berarti Kadis yang sekarang menjabat harus meresmikannya. Saat ini populasi sapi saya belum tahu pasti, hanya sarang burung walet berjumlah 430 unit. Persoalannya sekarang mereka belum punya Nomor Induk Berusaha (NIB) agar supaya bisa menarik pajak dan terdata menjadi pendapatan daerah,” ulasnya.

Baca Juga:  Penjabat Bupati Lantik Pejabat Administrator Tingkat Pemda Koltim

“Tinggal peranan Kadis saat ini bagaimana cara mengelolahnya. Dalam hal ini tugas utama Kadis di sini adalah menarik retribusi perternakan,” sambungnya menutup pembicaraan.

Laporan : Edison.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.