Terkait Dugaan Tunggakan Pajak PT. VDNI, FORSEMESTA Geruduk Kantor DPRD dan Kejati Sultra

Avatar photo

KENDARI – Menyoal dugaan tunggakan pajak yang dilakukan oleh PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (Forsemesta) geruduk Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Jum’at (26/11/2021).

Di depan awak media, Andri Togala selaku koordinator aksi sekaligus presidium Forsemesta menjelaskan bahwa pembayaran pajak yang semestinya menjadi kewajiban oleh pihak perusahaan, namun sejak tahun 2017 sampai tahun 2020 pihak PT. VDNI seolah-olah tidak memperdulikan tunggakan pajak yang sudah beberapa tahun belum mereka bayarkan.

“Kalau pihak PT. VDNI taat kepada UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak retribusi daerah, maka akan sangat membantu daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan suprastruktur khususnya di Sulawesi Tenggara,” kata Andri.

Baca Juga:  Sigap, Wabup Konsel Langsung Turun Lapangan Buka Aksi Blokade Jalan

“Jangan karena memiliki bekingan yang kuat di pusat lantas kemudian mau seenaknya mangabaikan apa yang menjadi kewajiban dari pihak Virtu,” sambungnya.

Sehubungan hal tersebut Ir. H. Supratman selaku Anggota Komisi ll DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi gerakan Forsemesta.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan kawan-kawan dari Forsemesta terkait dengan tunggakan pajak yang dilakukan oleh pihak PT. VDNI. Dan kami akan segera melakukan koordinasi ulang terkait dengan dengan tunggakan pajak tersebut,” ucap Supratman.

Sementara itu, Dody, SH selaku Kepala Pelaksana Kegiatan Hukum Kejati Sultra menegaskan bahwa kalau ada indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak PT. VDNI, maka secepatnya akan dilakukan penindakan.

“Kalau memang ada indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak PT. VDNI, maka secepatnya kita akan melakukan langkah-langkah penindakan hukum kepada pihak PT. VDNI,” tegas Dody.

Penulis: Ja'a AsbaraEditor: Hasan Basri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!