Pemda Konsel Deklarasikan Ranomeeto sebagai Kecamatan Bebas ODF

Konawe Selatan – Pembuangan tinja sembarangan sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan mencemari persediaan air bersih

Persoalan Buang Air Besar Sembarangan (BABs) tentunya menjadi sorotan utama pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel). Berharap kasus seperti ini tidak ada lagi dalam kehidupan bermasyarakat.

Penyediaan sanitasi yang baik dengan penggunaan jamban sehat melalui pendekatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) salah satu solusi dan komitmen yang ditawarkan Pemda Konawe Selatan. Yang penganggarannya melalui Dana Desa dan APBD Kabupaten.

Sebagai upaya mewujudkan wilayah bebas BABs tersebut, Ranomeeto dideklarasikan sebagai Kecamatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop BABs. Desa/Kelurahan se-Kecamatan Ranomeeto turut berpartisipasi dalam kegiatan yang sebelum puncak acara diramaikan dengan senam sehat bersama.

Penetapan Ranomeeto sebagai kecamatan ODF yang dipusatkan di halaman Puskesmas Ranomeeto ini ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi 100 persen stop BABs oleh Camat Ranomeeto Ambolaa diikuti para Kades/Lurah setempat. Selasa (23/11/2021).

Ditunjuknya daerah Ranomeeto sekaligus kecamatan pertama di Kabupaten Konsel karena memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya oleh pihak berkompeten. Di mana komunitas masyarakat setempat dinyatakan secara kolektif telah bebas dari perilaku BABs.

Deklarasi yang juga bagian dari rangkaian peringatan HKN ke-57 tingkat Kecamatan Ranomeeto ini disaksikan Bupati Konsel H Surunuddin Dangga ST MM didampingi Ketua TP PKK Hj Nurlin Surunuddin SH dan Kadis Kesehatan dr Maharatu M.Kes, Kadis Kominfo Drs Anas Mas’ud M.Si dan Kepala UPTD Puskesmas Ranomeeto dr Muh Yunus M.Kes

Baca Juga:  Serahkan Raperda KUA PPAS APBD Tahun 2022, Wali Kota Kendari: KUA PPAS Berdasarkan RKPD

Bupati Surunuddin dikesempatan itu mengapresiasi kinerja Pemerintah Kecamatan, Kelurahan/Desa dan jajaran Puskesmas Ranomeeto yang telah bahu membahu menyadarkan masyarakat dan mensosialisasikan akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga, khususnya tidak BABs dibuktikan dengan adanya deklarasi ODF hari ini.

Hal itu juga merupakan bentuk komitmen dan bukti nyata efektifitas pendekatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Pemerintah Daerah.

“Pemerintah telah memberikan perhatian dibidang higiene dan sanitasi dengan menetapkan ODF Kecamatan Ranomeeto disusul Kecamatan lainnya. Sejalan dengan komitmen kita capai target millenium development goals yakni peningkatan akses air minum dan sanitasi dasar khusus penduduk yang belum terakses,” ungkap Surunuddin.

Tidak sampai disitu, kedepan ia menginginkan masyarakat tidak membuang limbah sampah sembarangan, terbentuknya herd immunity atau kekebalan komunal dan Desa tangguh Covid-19 dengan sasaran 70 persen masyarakat tervaksin dan penanganan Stunting secara serius.

Disebutkannya, mendukung hal tersebut sekaligus mengantisipasi trend penyakit infeksi tropis, Pemda melakukan terobosan dengan pencanangan pembangunan Puskesmas diseluruh kecamatan sesuai standar kementerian kesehatan.

Baca Juga:  Wali Kota Kendari Saksikan Penandatanganan Komitmen Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko

“Dan dengan terobosan ini yang awalnya dicibir segelintir orang, upaya preventif dan kuratif benar-benar dimaksimalkan, terbukti saat pandemi Rumkit Kabupaten tidak kewalahan karena didukung tersedianya infrastruktur sarana dan prasarana di Puskesmas yang memadai,” timpalnya

Ditambahkan Bupati Surunuddin, menjaga kesehatan adalah segalanya. Adanya wabah Covid-19 mengajarkan kepada kita semua untuk mitigasi dalam upaya meminimalisir dampak ditimbulkan, karena bukan hanya masalah kesehatan tapi juga bisa melemahkan bahkan meluluh lantakkan sendi perekonomian suatu negara.

Untuk itu ia meminta seluruh masyarakat Konawe Selatan agar membiasakan berperilaku hidup sehat, dan selain upaya kesehatan yang bersifat pengobatan, upaya promotif dan preventif mesti dilaksanakan dengan disiplin tinggi seperti tidak BABs dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sehingga Desa Maju Konsel Hebat yang masyarakatnya sehat sejahtera terwujudkan merata.

Sementara dalam laporannya, Kepala Puskesmas Ranomeeto dr Muh Yunus mengatakan deklarasi merupakan bagian dari implementasi perintah Bupati Surunuddin dan sesuai amanah Permenkes nomor 3 Tahun 2014 tentang STBM yang memiliki 5 (lima) pilar program kesehatan salah satunya stop BABs dengan target kedepan menuntaskan 4 (empat) pilar lainnya khususnya pada pengamanan sampah rumah tangga dengan benar.

Baca Juga:  Pelayanan Kantor BAPPEDA Konsel Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya

“Terkait peningkatan pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu hamil, Puskesmas telah menyediakan alat USG dan untuk menghindari antrian pasien, pendaftaran bisa melalu online. Sementara untuk meningkatkan kedisiplinan dan kinerja aparatur kesehatan demi tercipta pelayanan kesehatan publik yang baik absensi dilakukan berbasis website,” terangnya.

Menyambung keinginan Bupati Surunuddin yang meminta masyarakat telah tervaksin, ia mengatakan saat ini Puskesmas terus melakukan vaksinasi massal. Sesuai data dari total 13 ribu sasaran seluruh Kecamatan Ranomeeto telah tervaksin 9 ribu dosis yang akan dirampungkan hingga akhir Desember tahun ini juga. Olehnya selain sosialisasi dan pemanggilan langsung berharap seluruh lapisan masyarakat datang ke Puskesmas untuk melaksanakan vaksin yang telah dinyatakan aman dan terjamin.

Diketahui, disela-sela kegiatan deklarasi, Bupati Surunuddin dan Ketua TP PKK Kabupaten Hj Nurlin Surunuddin menyerahkan plakat penghargaan dan hadiah bagi pemenang pengelola program Puskesmas tingkat Kecamatan Ranomeeto terbaik kategori Umum (Posyandu Anawai Desa Laikaha dan Posbindu Desa Amoito), dan kepada Kader UKBM (Seventin Kader Posyandu Desa Amoito, Melani/Desa Kota Bangun, Nendang/Desa Laikaha dan Kader Posbindu Desa Amoito/Caeterina, Desa Langgea/Seniwati, Desa Kota Bangun/Sutriani), serta kategori Desa dan PKK dengan partisipasi dan kerjasama lintas sektor bidang kesehatan (Desa Rambu-rambu Jaya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.