Diana SBM For Koltim, Kenapa Pilihannya Harus Diana SBM? Asri Alam Andi Baso: Ini Alasannya

Kolaka Timur – Menyikapi kondisi kekinian Kabupaten Kolaka Timur pasca OTT KPK Bupati Kolaka Timur, dan perkembangan konstalasi politik saat ini diperlukan langkah-langkah cepat untuk menjaga kondusifitas dan keamanan daerah serta tetap menjamin terselenggaranya roda pemerintahan dan pelayanan sosial kemasyarakatan dengan baik.

Berlarut-larutnya proses pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati Kolaka Timur, menunjukkan kurangnya itikad baik dari para pemangku kebijakan baik itu parpol pengusung, pemerintah dan DPRD dalam menyikapi persolan tersebut, yang kemudian memunculkan desakan-desakan secara luas dimasyarakat agar segera diambil langkah-langkah percepatan pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati Kolaka Timur.

DPRD Koltim sebagai representasi perwakilan rakyat dan diberi otoritas oleh Undang-Undang dalam meyelenggarakan pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati Kolaka Timur, harusnya lebih tanggap dan peka. DPRD Koltim harus lebih berinisiatif dalam mendorong percepatan, tidak boleh lagi prinsip ‘wait and see’, tak boleh lagi ada argumen alibi “apa yang mau diproses kalau parpol pengusung sendiri belum mengeluarkan nama calon”. DPRD Koltim dapat mendahului dengan segerah membentuk panitia pemilihan yang didasarkan atas surat bupati sebelumnya dan menyiapkan seluruh perangkat-perangkat pemilihan yang dibutuhkan.

Baca Juga:  Di Banjarmasin Post, LaNyalla Bicara Pentingnya DPD Bisa Usung Capres

Bagi Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung pemenang pilkada, Undang-Undang telah memberi previlage untuk mengusulkan calon dalam pengisian kekosongan jabatan kepala daerah.

Begitupun dengan pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati Kolaka Timur, hak istimewa itu hanya diberikan kepada empat Parpol pengusung SBM yakni PDI Perjuangan, PAN, Demokrat dan Gerindra sebagai pemenang pilkada 2020 kemarin untuk bersepakat mengusulkan dua nama calon.

Filosofinya adalah bahwa pemilihan Wakil Bupati Koltim yang bakal digelar oleh DPRD Koltim bukan sebuah kontestasi pertarungan bebas di mana semua orang bebas dicalonkan dan mencalonkan diri. Calon yang diusung tidak bisa dilepaskan dari rezim pemenang pilkada sebagai pemegang mandat rakyat untuk memberi jaminan keberlanjutan visi misi dan cita-cita perjuangan SBM.

Baca Juga:  Gelar Rakorda, Ketua DPD PDIP Sultra Target Kursi Legislatif Dua Kali Lipat dari Tahun 2019

Parpol pengusung yang diberi hak oleh Undang-Undang dalam mengusulkan calon tentu juga tidak bisa keluar dari landasan filosofis ini, tidak boleh hanya karena kepentingan politik  semata dari masing-mqsing parpol kemudian memaksakan figur yang tidak memahami esensi cita-cita perjuangan SBM, karena di sana ada harapan besar yang digantungkan oleh rakyat banyak sebagai pemberi mandat.

Saat ini beredar rumor akan masuknya figur luar yang tidak dikenal oleh masyarakat Koltim dan akan menjadi penumpang gelap disalah satu parpol pengusung, hal ini kemudian memunculkan reaksi penolakan secara luas di masyarakat. Penolakan tersebut tentu bukan karena mengedepankan sikap primordial, tetapi sebuah kewajaran dari kekhawatiran keberlanjutan cita-cita perjuangan. Akankah orang yang tidak pernah berkeringat dalam perjuangan, tidak pernah kelihatan batang hidungnya, bahkan namapun mungkin baru dengar dapat memberikan jaminan terkabulnya harapan-harapan besar rakyat pemberi mandat? Jawabannya tentu tidak.

Baca Juga:  Menang Sengketa MK, Surunuddin-Rasyid: Mari Kita Syukuri Apa yang Telah Kita Raih Bersama

Harus dipahami, bahwa Almarhum H. Samsul Bahri Madjid (SBM) adalah pemegang mandat rakyat dalam Pilakada Kolaka Timur 2020 kemarin, sehingga ketika saat ini muncul aspirasi besar rakyat yang menginginkan istri Almarhum Ibu Hj. Diana SBM untuk dicalonkan dan dipilih dalam pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati Kolaka Timur tentu sangat wajar. Keberadaan Ibu Hj. Diana SBM tidak bisa dilepaskan dari sosok Almarhum SBM, hanya beliau (Ibu Hj. Diana SBM) yang  diyakini paling memahami dan memiliki komitmen yang tinggi untuk meneruskan cita-cita perjuangan Almarhum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *