Pj Kepala Desa Lapandewa Harap Usaha Mebel Bisa Topang Prekonomian Warga

Butur – Pelaksana Jabatan (Pj) Kepala Desa Lapandewa berharap usaha mebel bisa meningkatkan prokonomian warga. Hal itu disampaikan oleh Mulyono, S.Kep saat ditemui dikediamannya di Desa Lapandewa, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sabtu (30/10/2021).

Menurut Mulyono, warga di Desa Lapandewa ini memiliki usaha mebel yang terbuat dari kayu jati yang diukir dengan menggunakan bahan resing sehingga menghaisilkan motif yang tran. Adapun yang diproduksi yakni meja,.kusen pintu dan jendela, lemari, serta kursi, dan masih banyak lagi.

Maka itu, lanjut Mulyono, dalam anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 ini, diadakan pengadaan alat pertukangan yang diberikan kepada 3 (tiga) Kepala Keluarga (KK) yang memiliki usaha mebel.

Baca Juga:  Tindaklanjuti Visi Misi Bupati Butur "Halo Dokter" Pj Kades Wasalabose Hadirkan Dokter di Desa

Selain alat pertukangan, masih Mulyono, ditahap kedua ini ada peningkatan jalan tani sepanjang 325 meter yang terletak di Dusun II, pembagian sen sebanyak 100 lembar yang diberikan kepada warga sesuai kebutuhan masing-masing KK.

“Mesin pemotong rumput sebanyak 7 unit untuk 7 KK, mesin katinting 2 unit, mesin jahit 2 unit, alat cukur rambut 2 buah, pengadaan pakaian olahraga sebanyak 12 lusin dengan sepatu. Dan pengadaan alat kesehatan, serta pemberian makanan tambahan stuting Posyandu dan Posbindu,” bebernya.

Desa Lapandewa yang terletak di Kecamatan Kulisusu Barat memiliki jumlah jiwa sebanyak 662 jiwa, dan wajib pilih sebanyak 420 orang serta 323 KK. Adapun potensi masyarakat yakni berkebun, petani dan usaha mebel.

Baca Juga:  Wabup Konsel akan Perintahkan Satpol-PP Tindak Randis yang Berkeliaran Bukan Urusan Kerja

Lebih lanjut Mulyono menjelaskan bahwa, ke depan akan dilakukan pembukaan jalan usaha tani sepanjang 3 kilo meter untuk memudahkan warga dalam melakukan aktivitas di empang dan di sawah. Namun pembukaan jalan usaha tani tersebut yang rencananya akan dianggarkan 1 kilo menggunakan DD dan yang 2 kilo dari kabupaten.

“Rencana ke depannya juga Bumdes akan diaktifkan kembali dengan kegiatan penggulingan nilam, sekalian pembukaan lahan untuk suplay pupuk dan obat-obatan untuk meningkatkan kadar nilam. Dan kalau anggaran mencukupi maka Bumdes juga yang akan membeli ke masyarakat,” tandasnya.

Tak lupa ia berharap agar usaha mebel ke depannya bisa juga menopang prekonomian warga.

“Mudah-mudahan ke depan, usaha mebel juga bisa menopang prekonomian warga. Karena sampai saat ini hanya di Desa Lapandewa ini yang memproduksi mebel yang diukir dengan menggunakan bahan resing,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.