Hadir sebagai Narasumber di Acara Inilah Podcast, Wali Kota Kendari: Dirinya Bukan dari Keluarga Ningrat

Kendari – Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir hadir sebagai Narasumber dalam acara Inilah Podcast  yang dipandu oleh Chief Executive Officer Inilah.com  Fahd Pahdepie. Jumat. (24/9/2021)

Sulkarnain Kadir menyampaikan Dirinya  bukanlah rakyat yang lahir dari keluarga ningrat ataupun pejabat. Namun, lahir dari rahim seorang ibu yang berprofesi sebagai penjahit di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).

Orang nomor satu di Kota Kendari kini, itupun tidak membayangkan bahwa dirinya bakal menjadi wali kota, bahkan untuk terjun ke dunia politik pun tidak pernah terlintas dalam benak Sulkarnain Kadir.

Ayah dari Rosya Nafisa Firdausiah itu sewaktu kecilnya sudah merasakan himpitan hidup ekonomi, ditambah ketika ayah Sulkarnain divonis dokter menderita penyakit Tuberkulosis atau TBC saat itu.

Dirinya pun mengisahkan ketika menginjak kelas 1 SMP, untuk meringankan beban orang tua memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Sulkarnain selalu membantu pekerjaan orang tua, menjahit baju dan celana pesanan.

Baca Juga:  Sekda Kota Kendari Pimpin Rapat Evaluasi Percepatan Vaksinasi di Kota Kendari

Namun, Sang Ibu sering kali meminta pria kelahiran 4 Maret 1978 itu untuk berhenti menjahit, agar lebih fokus pada studinya dan giat belajar.

“Walaupun bungsu saya merasa punya tanggung jawab karena sendiri laki-laki,” ucap mantan Anggota DPRD Kota Kendari Fraksi PKS, Sulkarnain Kadir, Jum’at (24/9/2021), dilansir dari inilah com.

Usai menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas atau SMA 1 Mandonga dirinya berencana melanjutkan pendidikan pada jurusan teknik di Universitas Halu Oleo Kendari.

Namun, lanjutnya, akibat kondisi keuangan keluarga yang tidak memungkinkan, Suami dari Sri Lestari Sulkarnain itupun mengurungkan niatnya untuk meraih gelar sarjana teknik pada jurusan tersebut.

Akhirnya iapun beralih pada jurusan ekonomi pada universitas yang sama. hal itulah yang menjadi awal ‘tersesat di jalan yang benar bersama kandasnya meraih gelar Insinyur (Ir)’.

Baca Juga:  Berikut Penyebab Gaji ASN dan DPRD di Konsel Terlambat Dibayarkan

Walaupun apa yang dijalani tak sesuai dengan dicita-citakan, namun dalam berproses di dunia politik ilmu accounting ternyata sangat bermanfaat.

Selain itu, semasa kuliah Sulkarnain Kadir selalu aktif dalam organisasi maupun kegiatan sosial. Keyakinan yang dianggapnya benar menjadi patokan dalam melangkah. Kondisi itu membuat tak ada ruang untuk dialiri rasa ingin masuk dan terlibat aktif dalam politik praktis.

Suatu ketika tanpa direncanakan,  Sulkarnain Kadir yang masih berusia muda dipertemukan dengan seorang mentor.

Ia dinasihati, bahwa bila anak-anak muda memiliki idealisme dan cita-cita membangun daerah dan negara memilih tak terlibat dalam politik, maka ruang politik bakal diisi oleh orang-orang yang tak idealis.

Kata itupun membuatnya meluangkan waktu untuk berfikir. Sadar bahwa selama  bermain pada posisi aman, selamanya bakal ada di tempat yang sama.

Nasihat sang mentor dan idealismenya dilebur menjadi asupan menambah tenaga untuk maksimalkan potensi yang dimiliki.

Baca Juga:  Fasilitasi Perekaman KTP EL, Kadis Dukcapil Kota Kendari Beri Apresiasi ke Camat Mandonga dan Lurah Alolama

Sulkarnain Kadir mampu mengalahkan rasa takut dan khawatir. Hal ini dibuktikan dengan, usai lulus kuliah mengikuti pemilihan legislatif langsung dan dipercayai rakyat menjadi Anggota DPRD.

“Di situlah pertama kali saya mengenal dunia politik. Saya tersesat di jalan yang benar,” kata dia.

Hingga menjadi Wali Kota Kendari keilmuan yang dimiliki, memampukan Sulkarnain Kadir mengelola keuangan daerah secara efesien bahkan masih bisa melakukan pembangunan di tengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah saat ini benar-benar bermanfaat. Jadi jangan sesali sesuatu yang terjadi. Lihat saja hikmahnya,” kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Sedangkan saat ini dirinya sebagai seorang Wali Kota, Sulkarnain Kadir sadar bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan rakyat.

Begitulah refleksi orang nomor satu di Kota Kendari itu mengenang masa sebelum terjun ke dunia politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *