Tertarik Kembangkan Porang di Konsel, Bupati Surunuddin Study Banding ke Madiun

KOSNEL – Budidaya tanaman porang belakangan ini menjadi primadona petani dibeberapa daerah dan komoditas perkebunan yang sangat menjanjikan hingga menjadi komoditas ekspor. Sebab bernilai ekonomis tinggi.

Jenis tanaman umbi ini merupakan salah satu bahan yang dapat dijadikan sumber bahan makanan dan kosmetik.

Hal itu juga yang menginspirasi Bupati Konawe Selatan (Konsel) H Surunuddin Dangga ST MM tertarik untuk mengembangkan di wilayah otoritanya.

Juga mengingat wilayah Konsel merupakan daerah agraris yang cocok untuk pengembangan komoditi budidaya tanaman porang. Selain tanaman padi, jagung, kakao dan lainnya yang telah menjadi komoditi utama petani selama ini.

Untuk itu, demi meningkatkan pengetahuan terkait tanaman porang tersebut, di dampingi Kadis Pertanian dan Holtikultura Hidayatullah, Camat Kolono Muh Taufik Amin Lar dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Konsel Samsu dan Kades Ulunese Zainuddin, Bupati Surunuddin bertolak ke Kabupaten Madiun melaksanakan study banding.

Baca Juga:  Delapan Belas Pelajar Berprestasi di Konsel Dapat Beasiswa Kuliah Gratis di UIC Jakarta

Kunjungan 01 Konsel beserta rombongan ini diterima langsung Bupati Madiun H Ahmad Dawami Ragil Saputro S.Sos bersama jajaran di Pendopo Ronggo Jumeno Rumah Jabatannya. Senin (13/9/2021).

Bupati Madiun mengatakan Porang merupakan tanaman yang subur di Kabupaten madiun, dimana sumber benih telah mendapat Sertifikasi dari Kememtan.”Pengembangan Porang dilakukan dengan Sisten Perhutanan Sosial bekerja sama dengan Perhutani, KUR dari Perbankan. Pemkab Madiun bertindak selaku pembina dan penjamin kredit,”tambahnya.

Kelompok Tani yang mau bekerjasama dan mematuhi anjuran Pemkab Madiun, terang Bupati Ahmad, diberikan SK khusus dan selalu di fasilitasi bantuan.

“Menanam Porang sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan tidak ada ruginya. Olehnya jika diperlukan Pemkab Madiun siap memberi pendampingan teknis ke Pemkab Konawe Selatan,”tandas Bupati Madiun H Ahmad menutup penyampaiannya.

Baca Juga:  Dukung Program PEN, Pemkab Konsel Bakal Gelar Bazar UMKM

Sementara Bupati Konsel H Surunuddin dalam sambutannya mengatakan, yang melatarbelakangi kegiatan Studi Banding ini dan dipimpin langsung olehnya karena banyaknya minat dan usulan masyarakat terkait Budidaya Porang serta anjuran Departemen Pertanian tentang Gerakan Ekspor Komoditas Andalan.

Disamping itu kondisi agraris yang cocok dan ketersediaan lahan yang masih luas, sehingga sangat perlu dilakukan Integrasi farming antara Budidaya Porang dan Tanaman tahunan lainnya.

“Saya pimpin langsung kunjungan ini agar pengambilan kebijakan tentang Budidaya Porang tepat sasaran dan berhasil untuk mendorong peningkatan pendapatan petani demi mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat yang masyarakatnya unggul dan sejahtera,”ungkap Bupati Surunuddin.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Surunuddin meninjau langsung lokasi budidaya Porang tepatnya di Desa Sumberbendo Kecamatan Sardan, selanjutnya melihat Pabrik Porang Asia Prima Konjac di Desa Kuwu Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun.

Baca Juga:  Senator Fachrul Razi: Ekonomi Digital Menjadi Peluang Masa Depan

Dilokasi tersebut Surunuddin menyampaikan harapan kiranya hasil study banding dapat diimplementasikan didaerah asal dan mampu mendorong perekonomian masyarakat khususnya peningkatan kesejahteraan para petani.

“Semoga dari ilmu yang kita dapat bisa kita terapkan dan mendorong system pertanian serta penguatan ketersediaan pangan didaerah menuju masyarakat petani mandiri dan sejahtera,”harapnya.

Dengan potensi yang dapat bernilai ekonomis, Bupati bakal membantu petani dengan berupaya menganggarkan penyediaan bibit porang berkualitas plus pembinaan oleh Dinas terkait, sehingga produktifitas hasil panen memuaskan dengan mutu terjamin.

Dikesempatan itu tak lupa mantan Ketua DPRD Konsel ini didampingi Kadis Pertanian Hidayatullah meminta penjelasan teknis cara budidaya porang yang baik, seperti pemilihan lokasi, pengolahan, penyediaan bibit, cara tanam, perawatan hingga sasaran market pasca panen. (Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *