Pemkab Konsel Terima Audiensi Lembaga Adat Kerajaan Kemokolean Andoolo

KONSEL – Bupati Konawe Selatan (Konsel) H. Surunuddin Dangga, ST.,MM dan Wakil Bupati Rasyid, S.Sos.,M.Si menerima audiensi Lembaga Adat Kerajaan (LAK) Kemokolean Andoolo yang dipimpin Drs. Rustam Silondae, M.Si. Audiensi dengan penerapan protokol kesehatan ketat tersebut dilaksanakan di Pendopo Rujab Bupati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Kamis (29/7/2021).

Sesuai aturan masa PPKM Mikro peserta pertemuan dibatasi hanya berjumlah 15 orang dengan jaga jarak dan memakai masker serta seluruh peserta telah melakukan rapid antigen negatif.

Pertemuan dalam rangka meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati untuk memfasilitasi dan mendukung pembentukan LAK dan Pemufakatan Pemilihan Kemokolean Andoolo.

Hal itu disambut positif Bupati Surunuddin dan Wabup Rasyid sekaligus mengapresiasi terbentuknya Lembaga Adat Kerajaan. Karena menurut Bupati, LAK sejalan dengan Program kerja pemerintah dalam pelestarian adat dan budaya yang ada di daerah.

Baca Juga:  Dengan Aplikasi SP4N-LAPOR Masyarakat dapat Melapor Terkait Pelayanan Pemda Konsel

Kata Ia, Pemda Konsel berkomitmen menjaga dan melestarikan adat istiadat, tradisi asli daerah serta kearifan lokal.

“Atas nama pribadi dan Pemda Konsel sangat mendukung pembentukan LAK sebagai upaya pelestarian berbagai macam warisan adat budaya yang ada. Selain identitas karakter masyarakat juga berperan dalam menciptakan dan menjaga kantibmas serta bagian dari penyelarasan proses pembangunan,” kata Bupati Surunuddin.

Apalagi, lanjutnya, Andoolo memiliki histori yang tak terpisahkan dengan cikal bakal berdirinya Pemda Konsel, yang merupakan hasil perjuangan tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat. Sehingga melalui pembentukan LAK, warisan budaya dapat dihidupkan kembali dan jasa-jasa mereka tak terlupakan serta selalu dikenang.

Menutup audiensinya, mantan Ketua DPRD Konsel ini berharap LAK dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat maksud pembentukan dan pemufakatan Mokole Andoolo. Serta dapat bertindak selaku pemersatu berbagai suku bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Baca Juga:  Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Empat Tokoh dan Tanda Kehormatan kepada para Nakes yang Gugur

“Tugas pemerintah melakukan pembinaan masyarakat termasuk masyaralat adat dan adat istiadat yang ada. Bagi pemerintah, terbentuknya dan pengembangan budaya merupakan tugas dan tanggung jawabnya, namun demikian tetap dijaga keharmonisan sesama masyarakat,” tukasnya.

Wabup Rasyid menambahkan agar nantinya LAK Mokole Andoolo dapat mempertahankan dan mengembangkan adat dan budaya, khusunya bahasa suku tolaki sebagai entitas karakter masyarakat dan bangsa. Seperti membiasakan dan mendorong masyarakat adat dan milenial menggunakan bahasa tolaki dalam kegiatan sehari-hari. Termasuk setiap pertemuan budaya, karena menurutnya dewasa ini mulai terkikis dampak dari era globalisasi.

Sementara itu pimpinan rombongan Drs. Rustam Silondae, M.Si (Mokole Andoolo IX) dikesempatan itu menyampaikan terima kasih atas segala perhatian, bantuan, dukungan dan respon positif Bupati dan Wabup Konsel.

Baca Juga:  Rakor Percepatan Vaksinasi Bersama Mendagri, Bupati Konsel Optimis Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Rustam menjelaskan bahwa di Andoolo sejak tahun 1640 telah berdiri kerajaan, dimana nama mokole/raja telah tercatat secara turun temurun dan penunjukkannya sesuai tradisi yakni melalui musyawarah tokoh adat.

Dikatakannya juga, skenario pengukuhan sudah dikonsultasikan ke Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Pusat dan pengurus dijadwalkan hadir, salah satunya Raja Bali, perwakilan Raja dari Sulawesi Selatan dan 14 Raja dari Sulawesi Tenggara.

Untuk itu perlu dukungan dari Bupati dan Wabup Konsel untuk agenda yang akan dilaksanakan tersebut. Terkait hal itu juga, sebut Rustam, pada saat pengukuhan telah disepakati oleh keluarga dan kemokolean Andoolo untuk menghadirkan keturunan dari Mokole VIII.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *