Hukrim  

Terkait Penggeledahan Kantor ESDM Sultra, Kejati Sultra Tetapkan Empat Tersangka, Dua Sudah Ditahan

Avatar photo

KENDARI – Pasca menggeledah Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra), tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra menetapkan 4 (empat) tersangka dalam kasus modus Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada PT. Toshiba Indonesia. Kendari (18/6/2021).

Menurut Asisten Pidsus Kejati Sultra Setyawan Nur Chaliq ada 4 (empat) tersangka korupsi dengan modus RKAB dan PNBP dalam kasus PT. Toshiba Indonesia. Namun baru 2 (dua) yang kini resmi ditahan yakni BHR yang merupakan mantan Kepala Dinas ESDM Sultra dan UMR karyawan PT. Toshiba Indonesia.

Lebih lanjut Setyawan menjelaskan kedua tersangka ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 4 (empat) jam.

Baca Juga:  Hari Kedua Ops Pekat Anoa 2023, Polres Konut Sita Puluhan Botol Miras

“Usai melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan pemeriksaan kesehatan, kedua tersangka dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kendari dengan mengendari kendaraan Kejati dengan Nomor Polisi DT 9099 E. Di Rutan Kendari kedua tersangka akan menjalani penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan,” kata Setyawan.

“Sementara 2 (dua) tersangka lainnya yakni YSM mantan Kabid Minerba ESDM dan LSO Direktur Utama PT. Toshiba Indonesia belum menghadiri panggilan Jaksa,” sambungnya.

Ia juga menambahkan bahwa kedua tersangka YSM dan LSO akan diperiksa sebagai tersangka selanjutnya. Keduanya sudah dipanggil dan akan diperiksa. Jaksa juga telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi Kendari untuk mencekal keduanya agar tidak keluar daerah.

Baca Juga:  Plt. Gubernur Sulsel Ganti Mimbar Masjid Raya Makassar yang Terbakar, Kabidhumas Polda Sulsel Beri Apresiasi dan Himbau Masyarakat Tetap Jaga Kerukunan Beragama

Asisten Intelejen Kejati Sultra, Nur Adin, S.H.,M.H menambahkan bahwa kedua tersangka YSM dan LSO akan dipanggil besok untuk dilakukan pemeriksaan.

“YSM dan LSO akan dipanggil besok, dan dilakukan pemeriksaan. Dan setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka akan langsung dilakukan penahanan di Rutan Kendari,” tutup Nur Adin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!