Hukrim  

Ini Merupakan Bentuk Sinergitas LAPAS Kelas II A Kendari dengan BNNP Sultra

KENDARI – Terungkapnya jaringan Narkoba di Lapas kelas II A Kendari merupakan bentuk sinergitas antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kendari dengan Badan Narkotika Nasioanl Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LAPAS Kelas II A Kendari saat di temui di rumah jabatannya di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rabu (16/6/2021).

Menurut Drs. Abdul Samad Dama, M.Si Kepala Lapas Kelas II A Kendari terungkapnya salah satu narapidana berinisial R yang menyimpan handphone (ponsel) berawal ketika regu jaga melakukan razia di dalam Lapas dan menemukan handphone milik R.

“Pemilik handphone berisial R kemudian di proses dan dimasukkan dalam sel narapidana. Setelah dimasukkan dalam sel pihak Lapas memperoleh informasi dari BNNP bahwa ada pengembangan yang diduga melibatkan narapidana, dan ternyata napi yang dimaksud adalah napi R sehingga saya mempersilahkan pihak BNN untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Abdul Samad.

Baca Juga:  Kekerasan Seksual dan Fisik terhadap Anak Marak Ditangani Kejari Konsel 

“Kemudian pihak BNNP Sultra mendatangi Lapas Kelas II A Kendari untuk melakukan interogasi kepada R. Dan R mengakui kalau handphone itu adalah miliknya. Dan untuk penyidikan lebih lanjut pihak Lapas Kelas II A Kendari menyerahkan R ke pihak BNNP Sultra. Jadi pihak Lapas Kelas II A Kendari yang serahkan napi berinisial R ke BNNP Sultra,” sambungya.

Ia juga menambahkan bahwa R dan Barang Bukti (BB) berupa handphone diserahkan kepada BNNP, namun untuk napi R tetap di bawa kembali ke Lapas Kelas II A Kendari.

“Napi inisial R kembali di bawa ke Lapas Kelas II A Kendari. Dan kapan pun pihak BNNP Sultra ingin melakukan penyidikan, maka pihak BNNP Sultra ke Lapas Kelas II A Kendari,” terangnya.

Baca Juga:  Kembalikan Kepercayaan Diri Wartawan, PPWI Minta Pelaku Terorisme Terhadap Kemerdekaan Pers Dihukum Mati

Menanggapi terkait adanya temuan berupa handphone yang dimiliki napi insial R saat dilakukan razia, Kepala Lapas Kelas II A Kendari menjelaskan bahwa sejak dulu pihak Lapas Kelas II A sudah sangat ketat.

“Sejak dulu pihak Lapas Kelas II A Kendari sudah sangat ketat melakukan pemeriksaan barang. Jadi barang sebelum sampai ke warga binaan itu melalui 3 (tiga) kali pemeriksaan. Tapi dengan cara dan kelihaian napi yang bisa memanfaatkan disaat petugas lengah akhirnya masih ada juga yang lolos,” umbarnya.

“Itu terkait barang, sementara untuk pengunjung kami juga melakukan pemerikasaan ketat, di mana di pos utama pintu masuk areal steriil di situ ada pintu portal metal detektor yang berbunyi. Begitu juga dengan petugas yang akan melakukan penjagaan akan diperiksa juga oleh perwira jaga (piket). Jadi kalau ada yang membawa handphone maka disimpan di loker,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.