Hj. Sitti Saleha: Kami akan Wujudkan Perjuangan dan Cita-Cita R.A Kartini

Avatar photo

KENDARI – Perjuangan R.A Kartini yang dikenal dengan emansipasi wanita sampai saat ini terus dirasakan oleh wanita Indonesia. Terbukti saat ini banyaknya wanita Indonesia yang meraih karir.

Salah satu wanita yang terhitung sukses meraih karir di bumi anoa ini yakni ibu Hj. Sitti Saleha, S.E.,M.Si yang merupakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Semua itu tidak terlepas dari hasil perjuangan seorang wanita kelahiran Jepara tanggal 21 April 1879 beliau adalah R.A Kartini pejuang emansipasi wanita.

Terkait perjuangan tersebut Hj. Sitti Saleha, S.E.,M.Si sangat bangga dengan R.A Kartini. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra Hj. Sitti Saleha, S.E.,M.Si melalui sekertarisnya Ir. Sapoan, M.Si. saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra). Selasa (20/04/2021).

Baca Juga:  Pemdes Talata: Penggunaan DD Tetap Mengacu pada Juknis

Menurutnya, kita sangat bersyukur dan aspirasi atas perjuangan R.A Kartini. Karena atas perjuangan ibu Kartini dan cita-cita ibu Kartini untuk wanita dizaman sekarang tetap kita wujudkan, baik dari segi kebijakan maupun yang lain.

“Kita bersyukur, karena pimpinan kita merupakan seorang wanita, beliau wanita yang hebat di daerah ini. Dalam rangka mewujudkan cita-cita wanita yang lain kita membina industri dan perdagangan,” kata Sapoa.

“Jadi kita di sini melakukan pembinaan khusus kepada pengrajin-pengrajin wanita, pemberdayaan wanita dan pedagang wanita yang bergerak di sektor perdagangan. Selain itu kita juga perhatikan masalah jender, karena itu merupakan suatu kebijakan,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kita tetap berupaya agar bisa mensetarakan kebijakan yang sifatnya jender yang bergerak di bidang industri dan perdagangan, sehingga peran wanita dalam pembangunan setara dengan pria.

Baca Juga:  HIPTI Gelar Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Periode 2021-2026

Industri tenun masih Sapoa, hampir 99 persen dikerjakan oleh wanita dan itu hampir di seluruh Sultra ini. Begitupun dengan pedagang kebanyakan wanita, itulah yang menjadi obyek binaan kita.

“Jadi binaan kita itu difasilitasi, baik barang ataupun tehknologi. Dan tiap tahun kita koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan untuk melihat apa yang ada kaitannya dengan perempuan,” tandasnya.

“Mudah-mudahan binaan kami selain diberdayakan, bisa juga memberdayakan kaum perempuan. Jadi di sini ada kesetaraan jender,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!